Gali Irigasi yang tertimbun Masyarakat Desa Tohe kerja secara Gotong Royong
- Apr 20, 2016
- tohe
(Tohe Broadband), Kepala Desa Tohe Emanuel Besin, bersama TNI dan masyarakat Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu-NTT secara gotong royong berusaha untuk menggali kembali saluran irigasi Maubusa-Kakeutuan yang selama ini tertimbun akibat luapan banjir Mota (kali) Talau pada Selasa 19 April 2016 kemarin.
Proaktif Pemerintah Desa melaksanakan Kegiatan Gotong Royong bersama masyarakat menggali kembali saluran irigasi ini dikarenakan hampir seluruh areal persawahan tahun ini tidak digarap oleh petani yang dikarenakan oleh kurangnya pasokan air. Ada beberapa petani yang berusaha garap dengan bantuan air hujan namun dapat dipastikan akan gagal panen akibat curah hujan yang tidak stabil bahkan ada tempat tertentu yang sama sekali tidak mendapatkan hujan. Oleh karena itu padi yang sudah ditanam mengalami kekeringan dan tanamanpun mati kembali. Sebelumnya petani yang bekerja sawah di area Beisarinlo'o, Malitoba Au, Kakeutuan dan Lobus mendapatkan pasokan air dari irigasi Bendungan Maubusa, Irigasi Webot, Mota Wesanis, dan bantuan air hujan.
Irigasi ini sudah terputus sejak tiga tahun lalu, dan belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah baik Pemerintah Desa maupun Pemda setempat sehingga masyarakat yang sebelumnya menanam padi beralih menanam tanaman seperti jagung, ubi kayu, talas, ubi jalar, dan Lombok dengan bantuan air hujan saja karena air dari irigasi tidak bisa memenuhi kebutuhan para petani. Tahun ini kami tidak buat sawah jadi kami berusaha gali kembali irigasi yang tertimbun secara sama-sama/gotong royong saja, karena kalo tunggu pemerintah bantu pasti masi lama, kami yang datang ini semuanya ada lahan sawah tapi kering karena air tidak ada. Maka kami harap usaha yang hari ini kami kerja pemerintah bisa tindak lanjuti. Kami juga akan lanjutkan pekerjaan ini pada hari Kamis besok. Kata salah satu warga Ambrosius Besin yang juga adalah Kepala Dusun Haekesak dalam wawancara Tim Broadband Desa Tohe.
Tim Brodband Desa Tohe memperkirakan saluran irigasi yang terputus kurang lebih 1,5 kilo meter. Jika dibenahi saluran ini maka para petani sawah tidak akan mengalami kekurangan air untuk mengairi sawah karena pantauan kami air yang bersumber dari Bendungan Maubusa ini sangat banyak dan terbuang begitu saja karena terputusnya saluran irigasi ini. Masyarakat bisa kerja jika ada air untuk mengairi sawah sehingga tidak terjadi pengangguran dalam masyarakat desa.
Harapan bersama masyarakat kiranya pekerjaan yang sudah dimulai ini menjadi titik awal bagi Pemerintah untuk melanjutkan pekerjaan selanjutnya, agar masyarakat bisa menanam padi karena secara umum masyarakat Desa Tohe bermata pencaharian sebagai petani sawah. Jika dibayangkan ketika banyak lahan persawahan masyarakat ini tidak digarap maka pasokan beras di Desa Tohe akan berkurang dan masyarakat akan memiliki ketrgantungan besar pada bantuan beras miskin (Raskin). Evo